HEADER WEBSITE.png

Pembinaan Mental : Membangun Integritas dan Akuntabilitas sebagai Wujud Amanah kepada Allah SWT

Palembang, 05 Oktober 2026 | pta-palembang.go.id — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang menyampaikan materi pembinaan mental kepada seluruh aparatu dengan tema “Membangun Integritas dan Akuntabilitas sebagai Wujud Amanah kepada Allah SWT.”

Materi pembinaan mental disampaikan oleh Ketua PTA Palembang, Drs. Nur Khazim, M.H., dan diikuti oleh seluruh aparatur PTA Palembang. Dalam pembinaannya, Ketua menekankan bahwa integritas dan akuntabilitas tidak hanya berkaitan dengan aturan organisasi dan pemenuhan administrasi, tetapi harus menjadi nilai yang hidup dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setiap jabatan, tugas, kewenangan, serta kepercayaan yang diberikan kepada aparatur merupakan amanah yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.

Integritas dimulai dari kejujuran dalam hal-hal sederhana, seperti kedisiplinan, penggunaan waktu kerja, pelaksanaan tugas, penyampaian laporan dan informasi, penggunaan anggaran, hingga keberanian mengakui kekurangan dan segera melakukan perbaikan.

“Kalau benar, katakan benar. Kalau salah, akui salah. Kalau belum selesai, katakan belum selesai. Kemudian segera perbaiki.”

Ketua PTA Palembang Menyampaikan Pembinaan Mental
Pelaksanaan Pembinaan Mental PTA Palembang Aparatur PTA Palembang Mengikuti Pembinaan Mental

Sementara itu, akuntabilitas diwujudkan dengan memastikan bahwa setiap tugas memiliki penanggung jawab, setiap kegiatan memiliki proses yang jelas, setiap keputusan memiliki dasar, serta setiap hasil pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan. Kesadaran tersebut diharapkan menumbuhkan budaya bekerja dengan baik bukan semata-mata karena pengawasan pimpinan, penilaian kinerja, maupun pemeriksaan, tetapi karena pekerjaan merupakan bagian dari amanah dan ibadah kepada Allah SWT.

Nilai tersebut juga menjadi landasan dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Seluruh aparatur diingatkan bahwa Zona Integritas bukan sekadar kelengkapan dokumen dan WBBM bukan sekadar predikat. Hal yang paling utama adalah perubahan nyata dalam pola pikir, budaya kerja, perilaku, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan hanya bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi bekerjalah untuk menjaga kepercayaan. Integritas adalah kehormatan pribadi, akuntabilitas adalah pertanggungjawaban, dan menjalankan amanah merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.”

Pelaksanaan Apel Pagi pada kesempatan tersebut ditiadakan dengan mempertimbangkan kondisi asap di Kota Palembang yang semakin pekat dan berdampak terhadap kualitas udara. Seluruh aparatur diimbau untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, serta menggunakan perlindungan yang memadai saat beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Melalui pembinaan mental ini, seluruh aparatur PTA Palembang diharapkan terus menanamkan nilai jujur, amanah, disiplin, profesional, dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas dan berintegritas.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026

IMG_7775.JPG


Palembang, 1 Oktober 2026
— Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh aparatur PTA Palembang sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus untuk memperkuat komitmen dalam mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh penghormatan, mulai dari pembacaan Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga pembacaan ikrar Hari Kesaktian Pancasila.

IMG_7767.JPG   IMG_7787.JPG

IMG_7756.JPG   IMG_7768.JPG

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting untuk kembali mengingat bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa yang harus senantiasa dijaga serta diamalkan. Nilai-nilai Pancasila juga menjadi landasan penting bagi aparatur peradilan dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi keluarga besar PTA Palembang, peringatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, integritas, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.

Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, seluruh aparatur PTA Palembang diharapkan semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

PTA Palembang Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama

Palembang | pta-palembang.go.id (28/09) — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Indikator Kinerja Utama (IKU) pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memantau capaian kinerja sekaligus mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan tugas pada PTA Palembang dan Pengadilan Agama sewilayah PTA Palembang.

Monitoring dan Evaluasi IKU PTA Palembang Pelaksanaan Monev IKU PTA Palembang
Pimpinan PTA Palembang dalam Monev IKU Aparatur PTA Palembang Mengikuti Monev IKU

Dalam arahannya, Wakil Ketua PTA Palembang menyampaikan bahwa pencapaian IKU merupakan hasil kerja sama tim yang membutuhkan koordinasi, monitoring, serta pembagian beban kerja yang proporsional. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perlunya rasionalisasi beban kerja pada satuan kerja, termasuk kondisi pada Pengadilan Agama yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam proses Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Wakil Ketua juga mengingatkan pentingnya melakukan monitoring secara berkelanjutan terhadap pelaporan perkara kasasi dan pelaksanaan eksekusi. Setiap proses harus dipantau hingga benar-benar selesai agar tidak terdapat tahapan yang terlewat. Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan agar pelaksanaan dan pelaporan pada Pengadilan Agama di wilayah PTA Palembang dilakukan pengecekan kembali sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi.

Selain aspek teknis perkara, evaluasi juga diarahkan pada capaian Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP ASN), baik pada PTA Palembang maupun Pengadilan Agama sewilayah. Capaian tersebut perlu dipantau dan dibahas bersama sebagai bahan evaluasi peningkatan profesionalitas aparatur. Sebagai pengadilan tingkat banding yang melaksanakan fungsi pembinaan terhadap satuan kerja di wilayahnya, PTA Palembang diharapkan dapat terus meningkatkan capaian dan menjadi contoh bagi satuan kerja yang dibina.

Perkuat Kedisiplinan dan Profesionalitas Aparatur

Aspek kedisiplinan aparatur turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan monev. Wakil Ketua meminta agar permasalahan terkait ketidaktertiban atau kelalaian dalam presensi dapat dicermati dan ditindaklanjuti secara tepat dengan memperhatikan kondisi faktual serta ketentuan yang berlaku.

Permasalahan tersebut diharapkan dapat terlebih dahulu dibahas dan dikoordinasikan pada tingkat kesekretariatan untuk memperoleh penyelesaian yang tepat, sehingga persoalan kedisiplinan dapat ditangani secara efektif sesuai mekanisme yang berlaku.

Ketua PTA Palembang dalam arahannya mengingatkan seluruh aparatur agar senantiasa berhati-hati, teliti, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, khususnya dalam penanganan perkara, mulai dari aspek administrasi hingga seluruh tahapan yang menjadi tugas dan fungsi masing-masing.

Pada bidang kesekretariatan, Ketua turut menekankan pentingnya upaya meningkatkan capaian IP ASN. Peningkatan profesionalitas tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi, tetapi juga memerlukan komitmen setiap individu untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan bidang tugasnya.

Melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi IKU ini, PTA Palembang terus mendorong budaya kerja yang berorientasi pada hasil, kedisiplinan, profesionalitas, dan perbaikan berkelanjutan. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar tindak lanjut untuk meningkatkan capaian kinerja sekaligus memperkuat kualitas pelaksanaan tugas dan pembinaan terhadap Pengadilan Agama sewilayah PTA Palembang.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

Pembinaan Mental PTA Palembang: 7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir

IMG_7425.JPG

Palembang, Senin, 28 September 2026 — Seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang mengikuti kegiatan Pembinaan Mental yang dilaksanakan di Aula Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., Senin (28/9/2026).

Kegiatan pembinaan mental tersebut menghadirkan Dr. Mustar, M.H., Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Palembang, sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertema “7 Amalan Pahala Tetap Mengalir”, yang mengajak seluruh aparatur untuk senantiasa memperbanyak amal kebaikan yang manfaatnya dapat terus dirasakan, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.

IMG_7450.JPG  IMG_7441.JPG

Dalam pemaparannya, Dr. Mustar menjelaskan beberapa bentuk amal yang pahalanya diharapkan tetap mengalir, yaitu mengajarkan ilmu yang bermanfaat, mengalirkan atau memperluas sungai, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf Al-Qur’an, serta meninggalkan anak keturunan yang senantiasa mendoakan dan memohonkan ampunan bagi orang tuanya setelah meninggal dunia.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak hanya diukur dari manfaat yang dirasakan pada saat seseorang masih hidup, tetapi juga dari seberapa besar manfaat tersebut dapat terus dirasakan oleh orang lain setelahnya.

Kegiatan Pembinaan Mental ini juga menjadi momentum bagi seluruh aparatur PTA Palembang untuk melakukan refleksi dan memperkuat nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut diharapkan dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas kedinasan, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas.

Melalui kegiatan ini, PTA Palembang terus mendorong seluruh aparatur untuk tidak hanya bekerja dengan profesional, tetapi juga menjadikan setiap tugas dan pelayanan sebagai bagian dari amal kebaikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

Apel Pagi PTA Palembang: "Bangga Melayani, Tolak Gratifikasi"

IMG_7385.JPG

Palembang, Senin, 28 September 2026 — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang melaksanakan apel pagi rutin yang diikuti oleh seluruh aparatur di halaman kantor Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Senin (28/9/2026).

Bertindak sebagai Pembina Apel, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Drs. Subhan Fauzi, S.H., M.H., menyampaikan amanah dengan tema “Penguatan Nilai dan Budaya Integritas: Bangga Melayani, Tolak Gratifikasi.”

Dalam amanahnya, Drs. Subhan Fauzi mengingatkan pentingnya menjaga dan memperkuat budaya integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Integritas, menurutnya, harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata, termasuk dengan menolak segala bentuk gratifikasi yang dapat memengaruhi independensi dan profesionalitas aparatur peradilan.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan gratifikasi, seluruh aparatur di lingkungan PTA Palembang diharapkan berpedoman pada SK Kabawas MA RI Nomor 75 Tahun 2026 serta memiliki komitmen yang kuat untuk menolak segala bentuk pemberian yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan pelayanan.

Penekanan khusus juga disampaikan kepada petugas keamanan dan petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Para petugas diharapkan mampu bersikap tegas dalam menolak gratifikasi, sekaligus tetap memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan berintegritas.

Dalam memberikan pelayanan, seluruh aparatur juga diingatkan untuk senantiasa menerapkan budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Penerapan 5S diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari dalam menciptakan pelayanan peradilan yang humanis dan berkualitas.

IMG_7419.JPG IMG_7420.JPG

Melalui apel pagi ini, PTA Palembang kembali meneguhkan komitmen bersama untuk membangun lingkungan kerja yang berintegritas, bebas dari gratifikasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semangat “Bangga Melayani, Tolak Gratifikasi” diharapkan dapat terus diterapkan oleh seluruh aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas