Your paragraph text.png

Pembinaan Mental: Keutamaan Shalat

IMG_1152.JPG

PTA Palembang | https://pta-palembang.go.id/

Pengadilan Tinggi Agama Palembang kembali menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) sebagai agenda rutin dalam memperkuat karakter spiritual aparatur peradilan. Pada kesempatan kali ini, pembinaan diisi oleh Drs. Nasrul, M.A. dengan tema “Keutamaan Shalat ”. Bertempat di Aula Prof. Dr. H. Muhammad Syarifudin, S.H., M.H., kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna.

1. Shalat sebagai Perintah Langsung dari Allah

Mengawali materi, beliau menegaskan bahwa shalat merupakan perintah utama dalam Islam, sebagaimana firman Allah:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاة

“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Beliau menekankan bahwa shalat adalah ibadah paling istimewa, karena diperintahkan langsung kepada Nabi Muhammad ﷺ saat peristiwa Isra’ Mi’raj tanpa perantara malaikat. Ini menunjukkan kedudukan shalat sebagai ibadah yang paling tinggi derajatnya setelah syahadat.

2. Shalat sebagai Tiang Agama

Disampaikan hadis Rasulullah ﷺ:

عِمَادُ الدِّينِ«الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ، فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّينَ، وَمَنْ هَدَمَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّينَ»


“Shalat adalah tiang agama.” (HR. Tirmidzi)

Sebagaimana bangunan tidak bisa berdiri tanpa tiang, begitu pula agama seseorang tidak akan kokoh tanpa shalat. Jika tiang roboh, maka robohlah seluruh bangunan kehidupan dan iman seseorang.

3. Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Inilah bukti bahwa shalat bukan hanya gerakan fisik, tetapi pendidikan moral bagi jiwa. Jika shalat seseorang benar, maka akan terlihat dari akhlak dan perbuatannya yang jauh dari maksiat, fitnah, dan keburukan.

4. Shalat, Cahaya dan Penolong Hidup

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat adalah cahaya.” (HR. Muslim)

Shalat menerangi hati, pikiran, dan perjalanan hidup. Di tengah kesedihan, kegelisahan, atau kebuntuan, shalat menjadi tempat kembali. Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Seseorang yang dekat dengan shalat akan selalu menemukan jalan keluar, karena ia memiliki hubungan yang kuat dengan Sang Pencipta.

5. Shalat Adalah Amalan Pertama yang Dihisab

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat.” (HR. Tirmidzi)

Jika shalat seseorang baik, maka seluruh amal lain akan dinilai baik. Sebaliknya, jika shalatnya rusak, maka amal lain ikut rusak. Ini menunjukkan betapa besar kedudukan shalat dalam kehidupan seorang muslim.

6. Keutamaan-keutamaan Shalat

Para ulama menjelaskan bahwa shalat memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  1. Menghapus dosa-dosa kecil antara satu shalat ke shalat berikutnya.
  2. Mendatangkan ketenangan hati dan menjauhi kegelisahan.
  3. Menguatkan disiplin hidup, karena dilakukan tepat waktu.
  4. Menyatukan umat, terutama melalui shalat berjamaah.
  5. Melatih khusyuk, kesabaran, dan ketawadhuan.
  6. Shalat bukan hanya ibadah, tetapi kebutuhan jiwa seorang muslim.

IMG_1164.JPG

Menutup materi, Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjaga shalat tepat waktu, memperhatikan kekhusyukan, serta menjadikannya sebagai fondasi dalam bekerja dan beribadah.

Beliau mengutip hadis:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat tepat pada waktunya.” (HR. Bukhari)

Dengan menjaga shalat, diharapkan seluruh aparatur PTA Palembang mampu menguatkan nilai integritas, profesionalitas, dan spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

#ADILMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas