Pembinaan Mental: Kisah tentang ketegasan Khalifah Umar Bin Khattab kepada Amr bin Ash
PTA Palembang | https://pta-palembang.go.id/
Dalam kegiatan pembinaan mental dan spiritual, Drs. Raden Achamad Syarnubi, S.H., M.H. menyampaikan materi bertema Keteladanan Gubernur Mesir Amr bin Ash. Materi ini mengajak seluruh peserta untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan Islam yang adil, amanah, dan bertanggung jawab sebagaimana dicontohkan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW tersebut.
Amr bin Ash merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal memiliki kecerdasan, ketegasan, dan kepiawaian dalam memimpin. Atas kepercayaan Khalifah Umar bin Khattab RA, Amr bin Ash diangkat sebagai Gubernur Mesir setelah berhasil membebaskan wilayah tersebut. Amanah besar itu dijalankannya dengan penuh tanggung jawab dan rasa takut kepada Allah SWT.
Dalam pemaparannya, Drs. Raden Achamad Syarnubi, S.H., M.H. menekankan bahwa salah satu keteladanan utama Amr bin Ash adalah kesederhanaan hidup dan keadilan dalam memimpin. Meski menjabat sebagai gubernur di wilayah yang makmur, beliau tetap hidup sederhana, dekat dengan rakyat, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan. Jabatan tidak menjadikannya sombong, melainkan semakin memperkuat rasa tanggung jawabnya sebagai pelayan umat.
Dikisahkan pula bahwa Amr bin Ash sangat menjunjung tinggi prinsip keadilan. Ia tidak segan menegur aparat di bawah kepemimpinannya apabila bertindak sewenang-wenang, serta senantiasa mematuhi arahan khalifah sebagai pemimpin tertinggi. Sikap ini mencerminkan kepemimpinan yang taat aturan, menjunjung etika, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Amr bin Ash juga dikenal sebagai pemimpin yang cerdas dalam mengambil kebijakan. Dalam mengelola Mesir, ia mampu menjaga stabilitas pemerintahan, keamanan masyarakat, serta kesejahteraan rakyat dengan pendekatan yang bijaksana dan tidak represif. Kepemimpinannya dilandasi musyawarah, kehati-hatian, serta pertimbangan maslahat dan mudarat.
Melalui kisah Gubernur Mesir Amr bin Ash, peserta pembinaan mental diajak untuk merefleksikan diri sebagai aparatur negara yang memegang amanah. Jabatan bukanlah sarana untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan ladang pengabdian yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT.
Pembinaan mental ini diharapkan dapat menumbuhkan integritas, keikhlasan, serta semangat pengabdian bagi seluruh peserta, sehingga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kedinasan senantiasa menjunjung tinggi nilai keadilan, amanah, dan profesionalitas, sebagaimana keteladanan yang ditunjukkan oleh Amr bin Ash sebagai Gubernur Mesir.
#ADILMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

